TELEVISI MENGGERUS KINERJA OTAK
BALITA,juga batita (bawah tiga tahun ),sebaiknya jangan dimanjakan dengan tontonan televise.Riset terbaru membuktikan,bocah yang rajin memelototi televise cenderung mengalami gangguan daya ingat.Inilah peringatan peneliti dari Children`s Hospital and Regional Medical Center,Seattle,Amerika Serikat.
Juru bicara tim peneliti,Dimitri Christakis,mengatakan bahwa otak bayi berkembang pesat pada usia 2-3 tahun.Siaran televise di lain pihak,terus menerus memberikan rangsangan (impuls) yang tidak alami kepada otak si bocah.Rangsangan tak alaimi ini akan terus-menerus menuntut rangsangan yang serupa.Akibatnya,kepekaan terhadap jenis rangsangan yang lain berkurang dan anak kesayangan cenderung lamban mengerjakan tugas sekolah atau tugas rumah.
Menurut Christakis,rangsangan tidak alami diper-parah oleh makin cepatnya perubahan citra gambar pada layar televise.Maklum,para produsen Tv seperti berlomba dan pamer teknologi mempercepat perubahan citra gambar untuk memikat pemirsa.
Riset ini menggunakan metode yang sama dengan yang biasa digunakan untuk mendiagnosis gejala kemerosotan konsentrasi (attention deficit disorders).Responden yang terlibat adalah 1.345 anak dan orang tua mereka.Para orang tua ditanyai kebiasaan anaknya menonton televise dan perilaku anak itu.kesimpulannya,kata Christakis,tiap 1 jam tayangan televisi berisiko menggerus 10% daya ingat atau konsentrasi anak.
Frederick Zimmerman dari Universitas Washington memperkuat kesimpulan ini.Katanya,menjauhkan anak dari televise lebih baik ketimbang memberinya batasan maksimal.”Mustahil membuat batas aman.Setiap penambahan jam akan menambah risikio.”kata dia.
(Tempo,april 2004)